Skip to content

Proses Pengambilan Keputusan di DPRD Kota Yogyakarta

2010 July 27
Posted by Dwi Harsono

Proses pengambilan keputusan didasarkan pada adanya kesepahaman untuk pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat antara DPRD dan Pemerintah Kota di Yogyakarta. Kesepahaman merupakan kesadaran bersama yang dibangun untuk segera memecahkan masalah-masalah yang menjadi kebutuhan di masyarakat. Dengan demikian dalam setiap pengambilan keputusan, baik DPRD maupun Pemda berada pada frame yang sama dalam pembuatan kebijakan untuk memberikan pelayanan pada masyarakat.

Pilkada merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pelayanan publik harus menyentuh aspek pemenuhan kebutuhan masyarakat. Aspek-aspek tersebut digunakan sebagai janji-janji yang digunakan pada saat kampanye sehingga masyarakat menjadi tertarik dan memilih menjadi Kepala Daerah. Setelah terpilih, Kepala Daerah harus menguraikan janji-janji saat kampanye menjadi program kerja yang tertuang dalam Kebijakan Umum Kota (KU). KU memuat kualifikasi pelayanan umum yang diberikan pada masyarakat dan menjadi prioritas yang harus segera diwujudkan dalam waktu satu tahun ke depan.

Upaya untuk menggali kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan kepekaan anggota DPRD untuk memahami masalah-masalah yang timbul melalui mekanisme penjaringan aspirasi masyarakat (jaring asmara). Ini menjadi modal dasar DPRD ketika membahas KU yang disodorkan Pemda untuk dijadikan APBD. Sikap politik yang dikeluarkan oleh DPRD dalam membahas KU merupakan tafsir yang dimiliki dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Artinya, apabila KU yang disodorkan pemerintah tidak menyentuh aspek pemenuhan kebutuhan masyarakat maka menjadi tanggung jawag DPRD untuk mempertanyakan dan melakukan perubahan sehingga kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan berkualitas.

Masalah-masalah mendasar dalam pelayanan publik yang muncul di Kota Yogyakarta, antara lain:

1. Ketercukupan sumber daya untuk menterjemahkan program

    Dalam menyusun program kerja di daerah, kepala daerah harus memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Kepala Daerah harus berada pada kondisi yang sehat pada kemampuan intelektual, moral, dan jasmaninya. Instrumentasi pola pikir harus mampu diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah dan ini menjadi tanggung jawab aparatur di lingkungan Pemda untuk mengurai menjadi rencana kerja.

    2. Pemetaan kebutuhan dasar masyarakat

      Pemetaan kebutuhan masyarakat merupakan wilayah kritis dalam pengambilan keputusan dalam pelayanan publik. Pemetaan kebutuhan berhubungan dengan proses inventarisasi masalah dan penentuan prioritas sehingga dalam lima tahun kepala daerah dapat melaksanakan program kerjanya secara komprehensif. Setelah KU terbentuk, DPRD yang diwakili oleh Panitia Anggaran (legislatif) dan Pemda (eksekutif) duduk bersama untuk menegosiasikan program kerja menjadi APBD. Proses ini kadang-kadang menjadi ‘alot’ bahkan deadlock ketika belum ada titik temu sehingga lobby dilakukan untuk mencairkan suasana dan mencari jalan tengah. Meskipun lobby dilakukan, kalau perlu diluar forum resmi, tapi pengambilan keputusan harus berada dalam forum resmi. Ini dapat terjadi karena pada dasarnya DPRD dan Pemda telah memiliki kesepahaman tentang pemenuhan kebutuhan masyarakat.

      Isu menarik yang muncul pada proses ini adalah pengaruh antara latar belakang anggota DPRD dengan kualitas kebijakan yang dihasilkan. Latar belakang anggota DPRD sangat beragam sehingga ketika harus berhadapan dengan ‘bahasa’ anggaran menimbulkan masalah tersendiri. Lemahnya kesiapan anggota untuk menegosiasikan rencana anggaran harus segera diatasi untuk menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Pemberdayaan sebagai fast learner perlu dilakukan termasuk juga alternatif lain dengan membentuk staf ahli DPRD. Di samping itu etika dan tatakrama forum juga harus dipatuhi sehingga proses yang terjadi menjadi progresif.

      3. Kecukupan/kemampuan keuangan daerah

        Kecukupan anggaran selalu menjadi bagian pelik dalam pembahasan. Keterbatasan anggaran menuntut prioritas dan apabila perlu ada rasionalisasi anggaran yang bersifat tumpang tindih dan jangka waktunya berlebihan. Visi kota Yogyakarta adalah mewujudkan kota: a) pendidikan yang berkualitas, b)  pariwisata yang berbudaya, dan c) pusat pelayanan jasa. Pendidikan menjadi prioritas dan anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari 20% APBD.

        Proses pengambilan keputusan adalah wilayah politik yang bersentuhan dengan wilayah lain seperti, pendidikan, sosial, dan budaya. Peranan pengambilan keputusan sebagai ketrampilan tampak dalam mengritisi ‘bahasa’ anggaran karena memang dibutuhkan di samping juga perlu didukung dengan adanya informasi tambahan sehingga tercipta keseimbangan dalam wacana. Namun porsi terbesar adalah pengambilan keputusan sebagai seni karena aspek politik lebih kentara dan sangat cair dalam pelaksanaan lobby-lobby. Ini tidak hanya terjadi antar anggota DPRD tapi juga terjadi dengan Pemda saat menegosiasikan anggaran sehingga rasionalisasi yang terjadi tidak berbuah pada munculnya resistensi tapi akomodasi.

        Bentuk akuntabilitas publik yang dilakukan oleh anggota adalah dengan sosialisasi dan uji publik. Masalah mendasar yang terjadi adalah ketiadaan platform lokal sehingga terkadang kurang menarik minat masyarakat untuk mengikuti kedua kegiatan tersebut. Padahal anggota DPRD memiliki tanggung jawab yang berat kepada konstituen, masyarakat, maupun Tuhan. Tindakan yang harus dilakukan adalah menempatkan posisi individu anggota secara bijaksana sehingga keselarasan peran dapat terjadi tanpa harus ada benturan kepentingan dan tanggung jawab.


        Resume Presentasi DPRD Kota Yogyakarta 2007

        308 Responses Leave One →
        1. June 3, 2012

          of course like your web-site however you need to take a look at the spelling on quite a few of your posts. Several of them are rife with spelling issues and I to find it very bothersome to inform the truth nevertheless I will definitely come again again.

        2. June 3, 2012

          Hello. excellent job. I did not imagine this. This is a splendid story. Thanks!

        3. June 10, 2012

          I am really loving the theme/design of your blog. Do you ever run into any web browser compatibility problems? A couple of my blog audience have complained about my site not operating correctly in Explorer but looks great in Safari. Do you have any tips to help fix this issue?

        4. June 11, 2012

          There are several options that you can choose from.

        5. June 11, 2012

          I think this is one of the most significant information for me. And i am glad reading your article. But wanna remark on some general things, The web site style is perfect, the articles is really great : D. Good job, cheers

        6. June 12, 2012

          Good day! Do you know if they make any plugins to protect against hackers? I’m kinda paranoid about losing everything I’ve worked hard on. Any recommendations?

        7. June 12, 2012

          It’s truly a great and useful piece of info. I am glad that you shared this helpful info with us. Please keep us informed like this. Thank you for sharing.

        8. June 14, 2012

          I really like what you guys are up too. Such clever work and exposure! Keep up the amazing works guys I’ve incorporated you guys to blogroll.

        Leave a Reply